Hasil Sidang BPUPKI

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) melangsungkan sidang selama dua kali pada tahun 1945. Sejarah mencatat lembaga ini dibuat atas inisiasi Jepang yang masih menjajah Indonesia. Tepatnya lahir tanggal 1 Maret 1945, BPUPKI dibentuk. Kemudian BPUPKI dibubarkan tanggal 7 Agustus 1945, bersamaan dengan dibentuknya Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sebagai penggantinya.

Dalam bahasa Jepang, BPUPKI dikenal dengan istilah Dokuritsu Junbi Chosakai. Badan ini bertujuan menghibur rakyat Indonesia, agar tertarik dengan siasat kolonialnya. Badan seperti ini memang belum pernah dibentuk oleh Belanda, negara penjajah Indonesia sebelumnya, apalagi Inggris dan Portugis, 2 negara yang juga pernah menjajah NKRI meskipun cuma sebentar.

Hasil Sidang BPUPKI Sejarah Indonesia

Hasil Sidang BPUPKI yang Pertama

Sidang pertama BPUPKI menghasilkan rumusan dari dasar negara Indonesia yaitu Pancasila. Berlangsung pada tanggal 29 mei sampai dengan 1 Juni 1945.

Sidang pertama ini menampilkan 3 tokoh sebagai pembicara yaitu Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Supomo dan Ir. Soekarno. Pembahasan sidang cukup alot dan belum ada kata mufakat antar anggotanya. Sehingga dibentuklah panitia khusus yang dipimpin Ir. Soekarno.

Panitia khusus ini lebih dikenal dengan panitia sembilan karena beranggotakan 9 orang. Panitia sembilan bertugas merumuskan dasar negara dan menghasilkan Piagam Jakarta.

Isi dari piagam jakarta (jakarta chapter) adalah tentang: pertama ketuhanan dan agama, kedua tentang kemanusiaan, ketiga tentang persatuan, keempat tentang permusyawaratan dan yang terakhir tentang keadilan sosial. Inilah yang menjadi cikal bakal dari Pancasila.

Hasil Sidang BPUPKI

Hasil Sidang BPUPKI yang Kedua

Sidang kedua BPUPKI berlangsung selama 5 hari yaitu dari tanggal 10 Juli 1945 sampai dengan 14 Juli 1945. Hasil sidang BPUPKI yang kedua ini mengeluarkan putusan tentang rancangan Undang-Undang Dasar (UUD), bentuk negara, pernyataan merdeka, wilayah negara serta kewarganegaraan Indonesia.

Sidang kedua ini menghasilkan pembentukan 3 panitia khusus. Pertama adalah panitia perancang Undang-undang Dasar (UUD), beranggotakan 19 orang dan diketuai Ir. Soekarno. Kemudian panitia kedua adalah panitia pembela tanah air diketuai Abikoesno Tjokrosoejoso, terakhir panitia ketiga adalah panitia ekonomi dan keuangan yang diketuai Drs. Mohammad Hatta.

Kemudian panitia perancang Undang-undang Dasar (UUD) pada tanggal 11 Juli 1945 melakukan sidang yang hasilnya memutuskan membantuk paniti kecil berjumlah 7 (tujuh) orang dengan ketua Prof. Dr. Mr. Soepomo dan beranggotakan Mr. Wongsonegoro, Mr. Achmad Soebardjo, Mr. A.A. Maramis, Mr. R.P. Singgih, H. Agus Salim dan Dr. Soekiman.

Panitia perancang Undang-undang Dasar (UUD) melakukan sidang kerja lagi pada tanggal 13 Juli 1945. Kemudian sehari setelahnya, tanggal 14 Juli 1945, BPUPKI melakukan sidang pleno yang menerima hasil rapat kerja panitia perancang Undang-undang Dasar (UUD). Rapat pleno ini mengetok palu, bahwa dalam UUD nanti harus ada pernyataan Indonesia merdeka, pembukaan UUD serta batang tubuh UUD.

Keputusan penting lainnya adalah 3 (tiga) alenia pertama dari Piagam Jakarta akan menjadi konsep proklamasi kemerdekan. Konsep UUD hampir semua mengambil alenia keempat dari Piagam Jakarta.

Hasil-Sidang-BPUPKI

Susunan Pengurus – Ketua dan Anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)

  1. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat (ketua)
  2. R.P. Soeroso (Wakil Ketua)
  3. Ichibangse Yoshio (Wakil Ketua, warga negara Jepang)
  4. Ir. Soekarno
  5. Drs. Moh. Hatta
  6. Mr. Muhammad Yamin
  7. Prof. Dr. Mr. Soepomo
  8. KH. Wachid Hasyim
  9. Abdoel Kahar Muzakir
  10. Mr. A.A. Maramis
  11. Abikoesno Tjokrosoejo
  12. H. Agoes Salim
  13. Mr. Achmad Soebardjo
  14. Prof. Dr. P.A.A. Hoesein Djajadiningrat
  15. Ki Bagoes Hadikusumo
  16. A.R. Baswedan
  17. Soekiman
  18. Abdoel Kaffar
  19. R.A.A. Poerbonegoro Soemitro Kolopaking
  20. K.H. Ahmad Sanusi
  21. K.H. Abdul Salim
  22. Liem Koen Hian
  23. Tang Eng Hoa
  24. Oey Tiang Tjoe
  25. Oey Tjong Hauw
  26. Yap Tjwan Bing