Manfaat Cara Berpikir Kritis, Contoh Kasus pada Hadist & Surat Al-Qur’an

Setiap menghadapi suatu masalah, maka pemikiran kritis sangat diperlukan. Arti berpikir kritis bukanlah memandang negatif setiap menemukan sesuatu. Tetapi, cara kita memandang suatu roblem yang kita hadapi harus diselesaikan dengan baik, dengan mempertimbangkan berbagai ide.

Pandangan manusia menghadapi masalah ada yang positif dan adapula yang negatif. Berpikir kritis bukan berarti yang negatif saja. Makna berpikir kritis adalah melibatkan berbagai gagasan dalam memutuskan suatu masalah.

Tahapan Cara Berpikir Kritis

Tim Draftgorenh.com menguraikan urutan dalam berpikir kritis dari awal sekali dan selanjutnya, yaitu sebagai berikut:

  • Memiliki pemahaman yang cukup dan mendetail akan berbagai jenis dari sesuatu yang dihadapi

Tahap ini tidak bisa langsung, ada metode sebelum ini sehingga seseorang bisa ke tahap ini. Yaitu proses belajar, membaca, mengamati dan merenung. Sehingga untuk menjadi pribadi berpikir kritis sebelum langkah ini semua adalah memiliki pengetahuan yang cukup.

Contohnya misalnya kita bicara ayam, kita mesti tahu ada ayam kampung, ayam negeri. Kemudian lebih detail lagi, jenis ayam, bagian ayam, resepnya, rasa makanan dan berbagai aspek spesifik tentangnya.

manfaat berpikir kritis

Contoh kasus real di lapangan misal sebagai seorang suami dalam menghadapi jika isteri mau melahirkan, sikap berpikir kritis akan mempertimbangkan banyak aspek. Memikirkan melahirkan dimana, memikirkan jarak, memikirkan fasilitas kesehatan , memikirkan biaya-nya, memikirkan keadaan isterinya.

Proses ini memerlukan pengetahuan yang cukup, perlu jam terbang yang tinggi. Sehingga untuk sampe ke tahap ini, Anda mesti banyak membaca, mengamati, berdiskusi dan mendengarkan orang lain. Ini agar pemahaman kita berkembang.

  • Mengakomodasi gagasan yang berbagai macam, mampu menyambungkan atau memisahkan antar aspek yang ada

Setelah proses menggali informasi dari berbagai macam tadi, langkah ini adalah mencoba menghubungkan antar informasi yang ada. Merenungkan, menimbang-nimbang serta memikirkan aspek aja yang menimbulkan efek setelahnya.

Menurut draftgorenh.com, langkah ini juga membutuhkan pengetahuan yang cukup. Aspek yang dihubungkan efeknya tadi, bisa saja sudah ada kasus sebelumnya. Setiap hal yang akan timbul, direnungkan dan dipertimbangkan. Bisa jadi efeknya lebih dari satu, bahkan sangat banyak.

Menimbang masak-masak semua ini hingga terfikir hal baru atau informasi baru. Mengakomodir semua pendapat menjadi satu, memilah-milah mana yang penting, mana yang menimbulkan dampak, dan mana saja yang akan berakibat fata. Semua risiko difikirkan dengan bijak.

  • Mengabil keputusan terbaik dengan mempertimbangkan solusi terbaik

Setelah melakukan tahapan mengenali berbagai aspek dengan detail, menghubungkan antar aspek yang ada, baru mengambil keputusan yang bijak. Menurut Draftgorenh.com, jika sudah memahami 2 hal sebelumnya, mestinya tahapan ini akan menjadi pilihan terbaik.

Keputusan yang diambil dari pribadi yang berpikir kritis tidak mesti positif atau mendukung, malah mungkin adalah penolakan. Tetapi, kesimpulan yang diambil memberikan hikmah baik bagi mayoritas orang. Minimal, mungkin berefek negatif jangka pendek, tetapi kedepan akan memberikan maslahat yang lebih besar.

Manfaat Berpikir Kritis

  1. Memiliki banyak jawaban alternatif dan ide kreatif
  2. Mudah memahami berbagai macam sudut pandang dari orang lain
  3. Menjadi rekan kerja yang mudah diajak kerjasama
  4. Lebih mandiri dalam beraktivitas
  5. Mudah menemukan ide peluang baru
  6. Tidak gampang tertipu

Contoh Kepribadian Berpikir Kritis pada Hadist Nabi & Surat di Al Qur’an

cara berpikir kritis hadist nabi

Berpikir kritis tentang agama perlu kehati-hatian. Karena ajaran agama adalah aqidah yang ilmiah berdasarkan dalil yang jelas. Sudah ada hukum syar’i yang ditetapkan yaitu dalal Al Qur’an dan Hadist. Berpikir kritis kalau diterapkan dalam hukum islam mensyaratkan memiliki pemahaman Al Qur’an dan Sunnah yang benar.

Apakah tidak boleh berpikir kritis dalam agama? Gunakan dalil Al Qur’an dan Hadist untuk mengkritisi masalah yang kita hadapi, kalau memang sejalan dengan perintah agama, lakukan, jika bertentangan dengan ajaran islam, maka tinggalkanlah.

Kedudukan Al Qur’an dan Hadist lebih tinggi dari otak dan logika kita, sehingga menurut Draftgorenh.com kalau otak kita gunakan untuk tunduk terhadap aturan Allah.