Struktur Fiberglass [Pengertian, Bagian-bagian & Fungsinya]

Struktu Fiberglass  dari fiber komposit dengan keunggulannya yaitu sebagai bahan yang kuat namun sangat ringan digunakan. Meski tidak sekeras dan juga seringan struktur carbon fiber. Fiberglass juga lebih ulet dan juga lebih murah dari segi harga di pasaran.

Fiberglass biasa banyak digunakan pada bahan struktur pesawat terbang, bahan perahu, bagian bodi dan juga interior mobil, berbagai perlengkapan pada kamar mandi. Ada juga di peralatan kolam renang, bahan septic tank, bahan tangki air.

Selain itu banyak juga jadi bahan atap dan loteng, material perpipaan, bahan utama dinding isolator, bahan papan selancar, bahan tong sampah, dan lain sebagainya.

Material komposit sendiri merupakan material yang terbuat dari dua jenis komponen. Yaitu material penguat (reinforcement) yang berupa bahan serat, dan juga pengikat (matrix) yang berupa bahan plastic.

Perpaduan kedua bahan ini kemudian menghasilkan material campuran kombinasi sifat dari keduanya yang sangat kaku, berstruktur kuat, namun ringan digunakan.

Pada bahan komposit fiberglass, komponen yang menjadi penguat adalah bahan serat kaca. Material Kaca yang anda kenal (seperti pada keca jendela, gelas, dll) memiliki sifat khas yang sangat mudah pecah dan retak, hal itu diakibatikan dari kerasnya permukaan material kaca.

Hal itu lalu membuat mudahnya proses perambatan retak permukaan kaca, meski hanya dengan sedikit cacat ataupun beban.

Untuk mencegah proses mudah retaknya sejak awal, kaca biasanya dibuatkan bahan benang berukuran super tipis berdiameter 5 hingga 25 mikrometer.

Diameter super kecil itu membuat bahan serat kaca memiliki terkstur yang sangat keras dan kuat, serta bisa terhindar dari cacatnya permukaan struktur, yang biasanya menjadi awal proses merambatnya keretakan.

Semua serat kecil kaca tersebut lalu dilakukan pemintalan, lalu disusun berbentuk jahitan atau woven, bulu serat yang muncul juga disatukan berbentuk lembaran atau chopped strand mat.

Struktur Fiberglass

Fiberglass juga terkenal dengan sebutan Glass reinforced-plastic yang disingkat GRP, serta disebut juga glass fiber reinforced-plastic yang disingkat GFRP. Hal ini karena ia terdiri dari sejumlah komponen berbahan glass-fiber yang dipadukan dan dikuatkan dengan bahan plastik atau resin.

Selain keunggulannya yang keras dan ringan, fiberglass ternyata juga memiliki kelemahan, yaitu sangat mudah tertekuk atau buckling, dan juga bengkok.

struktur fiberglass

Untuk menutup kekurangan tersebut, fiberglass ditambahi dengan lem perekat bercampur katalis untuk mempercepat jalannya reaksi kimia. Ini agar ia cepat kering dan berubah menjadi bahan keras dan kuat, bahan yang digunakan tersebut dikenal dengan istilah resin.

Kombinasi dari sifat keras bahan resin kering dan juga kekuatan pada bahan serat fiberglass ini. Kemudian melahirkan bahan perpaduan berupa komposit fiberglass yang sangat kuat, bertekstur keras dan getas.

Selain untuk mencegah terjadinya bengkok atau buckling, bahan resin juga berguna untuk membuat rata hubungan tegang antara bahan serat yang satu dengan bahan serat yang lainya. Hal inilah yang menyebabkan material komposit fiberglass dapat menahan tekanan dari beban yang berat.

Ada beberapa jenis Proses yang dilakukan pada pembuatan berbagai produk industri berbahan fiberglass, Berikut ini  adalah gambaran singkat dari berbagai proses pembuatan produk industri tersebut, yaitu:

  1. Proses Filament winding

Pada Proses ini, dilakukan pengaturan arah serat sesuai kebutuhan untuk membuat berbagai produk-produk yang berbentuk silinder.

Pada Proses filament winding, dilakukan pemutaran mesin cetakan secara bersamaan untuk menarik semua serat fiber yang sebelumnya sudah dibasahi dengan bahan dan campuran lem resin hingga membentuk suatu pola tertentu sebagai target bentuk yang akan dibuat.

Jenis Fiberglass yang biasanya digunakan dalam proses ini berjenis continuos roving.

  1. Proses Hand Lay-up

Tahapan ini merupakan proses pengolahan dan pembuatan produk menggunakan material fiberglass dengan teknik paling sederhana. Proses ini juga merupakan proses yang banyak dipilih oleh kalangan pengusaha industry, khususnya industri kelas menengah ke bawah.

Pada proses ini biasanya dilakukan dengan meratakan bahan fiberglass berjenis woven roving atau pun choped strand mat, yang sebelumnya juga telah dibasahi dengan bahan resin cair pada bagian dalam pencetakannya secara manual, dengan menggunakan tangan.

  1. Proses Spray lay-up

bagaimana cara struktur fiberglass

Proses yang satu ini banyak digunakan pada industri kapal dan juga perahu. Bahan Resin dan juga fiberglass berjenis chopped strand dicampurkan. Kemudian disemprotkan pada cetakan, lalu diratakan secara manual menggunakan alat pembantu berupa sebuah roller.

Sebelum terbentuk menjadi bahan fiberglass choped strand, bahan fiberglass yang digunakan ini sebelumnya berjenis continuos roving. Kemudian dipotong menggunakan alat sprayer.

Proses pengolahan fiberglass ini biasanya juga digunakan untuk memproduksi bentuk-bentuk barang yang kompleks. Sangat banyak lengkungan sehinga sangat sulit jika dilakukan dengan menggunakan proses hand lay-up.

Hal ini karena fiberglass dengan jenis woven roving dan juga choped strand mat mempunyai keterbatasan untuk dibentuk dengan cetakan yang memiliki terkstur tidak rata dengan lengkungan-lengkungan kurva berbentuk kompleks.